Entri Populer

Senin, 28 November 2011

Apakah Kolesterol Itu..?



Ketika mendengar kata kolesterol, kebanyakan dari kita pasti sudah membayangkan efek negatif yang dihasilkannya bagi kesehatan dan bahkan dapat mematikan, akhirnya tidak sedikit orang yang takut dan menganggap kolesterol sebagai zat berbahaya yang harus dihindari tubuh.

Namun, ada juga yang mengatakan bahwa kolesterol itu sangat penting dan dibutuhkan tubuh. Tanpa kolesterol, tubuh akan menjadi tidak sehat. Kalau begitu, mana yang benar? Apa sebenarnya kolesterol itu?

Kolesterol berasal dari bahasa Yunani, Chole yang berarti empedu, dan Stereo yang berarti padat. Dinamakan seperti itu, karena pada saat ditemukan pertama kali di abad ke-18, kolesterol ditemukan pada batu empedu.

Kolesterol dalam kadar tertentu bermanfaat bagi tubuh. Namun, jika tidak dikontrol dan kadarnya berlebihan dalam tubuh, kolesterol dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti darah tinggi, penyakit jantung, stroke, batu empedu, dan gagal ginjal.
Apakah Kolesterol Sama dengan Lemak?

Kolesterol seringkali disamakan dengan lemak. Memang ada kemiripan di antara keduanya, tetapi sebenarnya, keduanya tidaklah sama. Dari struktur kimianya, kolesterol dapat digolongkan ke dalam keluarga lemak. Namun, lemak sendiri tidak hanya berupa kolesterol namun terdiri atas banyak komponen misalnya, lemak yang berasal dari tumbuhan (lemak nabati) bukanlah kolesterol melainkan fitosterol.

Fitosterol memang memiliki struktur kimia yang mirip dengan kolesterol tetapi dia berbeda dengan kolesterol. Perbedaan tersebut terlihat nyata dari cara kerjanya di dalam tubuh yang berlawanan dengan kolesterol yakni menghambat penyerapan kolesterol di saluran pencernaan.

Karena banyak yang berpikir bahwa kolesterol sama dengan lemak, banyak juga yang berpikir orang gemuk-banyak kolesterol dan orang kurus-sedikit kolesterol. Pandangan tersebut jelas keliru. Ingat, kolesterol termasuk dalam keluarga lemak. Tapi lemak belum tentu berupa kolesterol.

Sebagai salah satu keluarga dari jenis lemak, kolesterol sulit larut dalam air dan sangat sukar didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh yang membutuhkan. Karena itu, pendistribusiannya perlu dibantu oleh sistem metabolisme tubuh. Di dalam proses tersebut, kolesterol bekerja sama dengan protein, membentuk senyawa yang dikenal dengan lipoprotein. Dalam bentuk ini, kolesterol dapat dengan mudah didistribusikan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Kolesterol dapat ditemukan pada setiap sel di dalam tubuh. Kolesterol merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf serta merupakan salah satu komponen penting dalam semua jaringan tubuh dan bagi pembentukan organ-organ dalam tubuh.

Tak hanya itu, kolesterol juga memegang peranan besar dalam pembentukan sel-sel tubuh yang sehat misalnya, untuk membangun membran sel, membentuk hormon, dan asam empedu yang membantu proses pencernaan dan penyerapan lemak dalam tubuh.

Tanpa keberadaan kolesterol dalam sel-sel tubuh, jaringan-jaringan yang ada dalam tubuh akan terbentuk dalam kondisi kurang kuat dan kurang stabil. Tentu saja hal ini dapat membahayakan tubuh. Bila sel tubuh lemah, tubuh menjadi rentan terhadap serangan berbagai penyakit dan infeksi.
Apa Saja Manfaat Kolesterol Bagi Tubuh?

Walaupun sering digemborkan orang sebagai zat yang membahayakan tubuh dan beresiko tinggi untuk kesehatan, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kolesterol ternyata bermanfaat bagi tubuh. Apa saja manfaat kolesterol di dalam tubuh?

Manfaat kolesterol antara lain membantu pembentukan dinding sel tubuh, pembentuk hormon-hormon, pembentuk vitamin D yang penting bagi kesehatan tulang, membantu proses pembentukan asam dan garam empedu dalam proses emulsi lemak dalam tubuh, dan merupakan sumber energi bagi tubuh.

Sehubungan dengan perannya dalam pembentukan hormon-hormon dalam tubuh, kolesterol memegang peranan yang besar dalam hal ini. Di dalam tubuh, hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin, akan masuk dalam peredaran darah dan berpengaruh besar pada jaringan serta aktivitas berbagai organ dalam tubuh.

Kolesterol merupakan bahan penting yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan hormon-hormon seperti testosteron, estrogen, dan progesteron. Pada pria, kurangnya kadar hormon testosteron dalam tubuh sangat berpengaruh pada fungsi seksual, produksi sperma, dan pembentukan otot. Rendahnya kadar hormon ini dalam tubuh pria akan menyebabkan kelelahan kronis, gangguan ereksi, dan juga depresi.

Pada wanita, kekurangan hormon ini dapat menyebabkan resiko osteoporosis. Estrogen yang terdapat dalam kadar besar pada wanita, sangat besar pengaruhnya pada perkembangan ciri kelamin sekunder wanita seperti payudara, pengaturan siklus haid, serta pembentukan sel-sel telur.

Kekurangan hormon ini dapat menyebabkan gangguan reproduksi pada wanita. Hormon lain pada wanita, progesteron, sangat penting untuk mempertahankan kehamilan. Kekurangan hormon ini beresiko menyebabkan keguguran. Mengingat peran penting hormon bagi tubuh dan manfaat lain yang dihasilkannya dalam tubuh, maka keberadaan kolesterol pun, sangat penting dan bermanfaat bagi tubuh.

Siapa Saja yang Memiliki Resiko Kolesterol Tinggi?




Kolesterol secara alami selalu ada dan dihasilkan oleh tubuh karena itu kolesterol tinggi dapat menyerang siapa saja-tua maupun muda.

Beberapa orang memiliki kecenderungan memproduksi kolesterol dengan kadar tinggi karena faktor bawaan atau keturunan. Jadi, tanpa mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi pun, kadar kolesterol mereka sudah tinggi.

Kadar kolesterol yang tinggi pada seseorang karena faktor genetik tidak dapat dengan mudah diubah. Walaupun dia berusaha mengurangi asupan kolesterol dalam makanannya, terkadang hal tersebut tidak berpengaruh besar pada kadar kolesterol yang dimilikinya.

Biasanya, hal itu disebabkan faktor metabolisme di dalam tubuhnya yang telah terbentuk sehingga menghasilkan kolesterol berlebih di dalam tubuhnya.

Walaupun tidak dapat diubah, seseorang yang memiliki resiko yang tinggi karena faktor genetik dapat mengurangi kadar kolesterolnya yang tinggi dengan mengontrol kadar kolesterol yang dimilikinya dengan cara tidak merokok, kontrol berat badan, kontrol tekanan darah, rutin berolahraga, dan secara rutin memeriksakan kesehatannya pada dokter.

Biasanya, jika pasien tetap tidak dapat mengontrol kadar kolesterolnya dengan diet, dokter akan meresepkan obat-obat tertentu. Selain karena faktor genetik, kolesterol tinggi juga dapat disebabkan gaya hidup yang tidak sehat dan beberapa faktor. Mari kita perhatikan masing-masing.
Faktor Usia

Resiko akan semakin meningkat seraya usia bertambah. Menurut sebuah organisasi kolesterol, resiko kolesterol tinggi akan meningkat pada pria berusia di atas 45 tahun dan pada wanita di atas 55 tahun. Bagi perempuan, biasanya kadar kolesterol ini akan meningkat ketika masa menopause.

Meskipun begitu, resiko tidak menghilang begitu saja pada usia muda. Laporan badan kesehatan dunia pada tahun 2002 mencatat bahwa sebanyak 4,4 juta kematian diakibatkan kolesterol tinggi dan sekitar 7,9 % diketahui sebagai orang muda. Jadi usia muda pun memungkinkan mengalami kolesterol tinggi. Pada orang muda, selain didukung oleh faktor genetik, faktor gaya hidup dan pola makan tidak sehat merupakan penyebabnya.
Pola Makan yang Tidak Sehat

Kadar kolesterol yang tinggi pada seseorang seringkali dipengaruhi oleh faktor makanan yang dikonsumsi. Makanan seperti daging merah, sosis, burger, kue-kue banyak mengandung kolesterol yang tinggi. Pada orang-orang yang tidak menjaga makanan yang dikonsumsinya, resiko kolesterol tinggi pun akan semakin besar.
Kurang Olahraga

Menurut dr.Rachmad Wishnu Hidayat, Sp.KO, penelitian menunjukkan bahwa olahraga akan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) 3-6% dan menurunkan kolesterol jahat (LDL) sampai 10%. Selain itu kadar trigliserida juga akan ikut turun. "Tentu saja efek ini tidak bisa didapat dari olahraga saja tapi harus diperkuat dengan diet. Pendekatannya harus multidisiplin," lanjut dr.Wishnu.

Olahraga dapat meningkatkan ukuran dan jumlah protein pengangkut kolesterol di darah. Hal tersebut baik karena lipoprotein berukuran besar tidak bisa ditimbun dalam darah. Efeknya, resiko penimbunan kolesterol dalam darah dan pembuluh darah berkurang. Selain itu, orang yang menderita hiperkolesterol adalah orang yang obesitas sehingga penurunan berat badan karena olahraga akan ikut menurunkan kolesterol juga.
Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Tekanan darah tinggi dalam tubuh akan memompa jantung untuk bekerja lebih keras dibandingkan biasanya sehingga aliran darah akan menjadi lebih cepat. Akibatnya, saluran pembuluh darah semakin kuat menekan pembuluh darah sehingga dapat merusak jaringan pembuluh darah. Pembuluh darah yang rusak merupakan tempat yang sangat kondusif bagi melekat dan menumpuknya kolesterol dalam pembuluh darah.
Stres

Stres banyak dihubungkan dengan darah tinggi dan penyakit jantung karena sangat berkaitan dengan sistem peredararan darah. Bagaimana stres berpengaruh pada peningkatan kolesterol? Stres menstimulasi beberapa sistem tubuh misalnya yang berkaitan dengan sistem hormonal.

Hormon-hormon tersebut memiliki misi mempersiapkan tubuh agar dapat menghadapi stres sehingga memberikan efek terhadap kerja sistem organ. Misalnya, pada saat stres, hormon kortisol dilepaskan. Akibatnya, terjadi penguraian lemak di dalam tubuh di mana terjadi pembebasan lemak ke dalam darah dan memicu peningkatan kadar kolesterol.
Penderita Diabetes

Biasanya pada penderita diabetes yang memiliki kadar gula yang tinggi, kolesterol LDL dalam darahnya ditemukan lebih padat dan ukurannya lebih kecil sehingga mudah masuk dan menempel pada pembuluh darah di lapisannya yang terdalam. Kondisi tersebut memudahkan penimbunan plak-plak kolesterol di dalam pembuluh darah (aterosklerosis).
Kebiasaan Merokok

Merokok dapat menyebabkan gangguan metabolisme lemak dalam darah. Pada orang-orang yang merokok, kadar LDL mereka ditemukan dalam jumlah yang tinggi sedangkan kadar HDL nya rendah. Merokok dapat menyebabkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah pada nadi, merusak lapisan dalam pembuluh darah, serta mengganggu irama jantung.

SOLUSI  PAKET PENYEMBUHAN


Herbal spesial berisi nutrisi alami penting untuk tubuh yang diramu khusus guna menurunkan kolesterol tinggi. Diproses dari tanaman sari Jati Cina, Bangle dan 8 jenis tanaman lain yang berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Terbukti sangat efektif menurunkan kolesterol berlebih dalam darah. Dengan menjaga pola makan dan konsumsi rutin serta dosis tepat maka kolesterol kembali normal tanpa obat kimia dalam waktu yang relatif cepat. TERBUKTI 6 HARI MENURUNKAN KOLESTEROL TINGGI !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar